The Dreamer

Vision Of Legendary Dreamer (VOLD).. Ngono yo ngono, tapi ojo ngono lhoo..!

Bulan: Agustus 2016

Miracle – Bondan Prakoso

puzzle3

 

hai hai rezpectors, kembali lagi dengan saya ya.. Kali ini saya mau kasih kalian lirik lagu terbarunya bang Bondan Prakoso nih.. Pasti dari pertama rilis tanggal 30 Juni 2016 kalian udah penasaran banget kan sama liriknya dan pengen cepet-cepet bisa nyanyiin. dan sekarang saya datang untuk menjawab keinginan kalian semuaaa.. okey tapi tetep korak koreksi lirik yaaa, siapa tau ada yang keliru.

Happy singing rezpectors sejagat raya!!! *cheerssss 😉 #rezpect

I’ve seen so many colors
Underneath your skin
We’ve traveled millions stellars
To find the truth within
All of the time
You fascinated my soul
I can’t believe it’s real
You must be something like a Miracle

Ooh Oooh
You something like a miracle
Ooh ooh
Your love is like a Miracle

Your Love is like a Miracle

Your Love is like a Miracle

My heart is like a river
Flowing to the sea
In a place that laughs forever
Oh where i should be
All of the time
You fascinated my soul
I can’t believe it’s real
You’re something like a Miracle
Ooh oh oh
You’re something like a Miracle
ooh oh oh
Your love is like a Miracle
ooh oh oh
You’re something like a Miracle
ooh oh oh
Your love is like a Miracle
MIRACLE
(INSTRUMENTAL)
Your Love Is Like A Miracle

KAU TAK SENDIRI

Hai sobat rezpector, tau gak nih album kedua bang Bondan yang satu ini setelah vacuum dengan Fade2Black?????
Kalian yang pengagum seluruh karya-karya bang Bondan Prakoso pasti gak bakal ketinggalan.. Kayak aku yang selalu setia nungguin kapan keluar lagu barunya ya??? hahah
Ya, banyak sekali moral massage yang bisa aku ambil dari lagu bang Bondan kali ini yang menceritakan tentang seorang pemuda yang dihinggapi oleh begitu banyak masalah dalam hidupnya. Mulai dari masalah Broken Home pertengkaran orang tuanya yang otomatis membuat si pemuda tertekan dan merasa tak diperdulikan lagi oleh orangtuanya. Bertambah dengan buly-an orang lain tentang kekurangan dirinya yang membuatnya semakin putus asa. Menganggap bahwa dunia ini tak adil.

Begitu juga hal yang pernah aku rasakan. Seringkali aku termenung akan cuap-cuap orang yang hanya menilai kita dari sisi luarnya saja.. Tapi aku sadar, tersungkur hanya karena perkataan mereka sama saja mendaftarkan diri ke nominasi orang tergagal sedunia. Sadar akan segala anugrah yang telah diberikan oleh-Nya. Bahwa, kita hidup di dunia ini tidak sendiri. Tidak juga hanya untuk merenungi kejamnya dunia. Karena, dunia akan jinak jika kita bersikap bijak dengan mengambil segala hikmah dari apa yang menimpa diri kita. Entah itu kenikmatan ataupun kegagalan dan kepahitan. Sekuat mungkin untuk taklukkan keponggahan dunia. Ya, aku hqdefaultbisa, dan semua orang bisa.. dan yang paling di tekankan dalam lagu ini adalah, KAU HIDUP DI SINI TAK SENDIRIAN. Masih banyak orang lain diluar sana yang mungkin bernasib sama denganmu ataupun malah lebih buruk darimu. Kau juga tak sendirian dalam menghadapi semua masalah-masalahmu. Masih ada teman-temanmu,, yang akan selalu menggandeng tanganmu apapun keadaanmu.. Maka, bersyukurlah atas segala hal yang kamu dapat dan alami sekarang ini.. Allah maha adil.. Tunjukanlah jati dirimu and Keep On Walking.. 😉 (y) Abaikanlah segala bentuk kritikan yang menjatuhkan dirimu dan tetaplah berada pada pendirian yang nyata.. Salam hangat Rezpector sejagat raya 🙂

di saat kau merasa hidup sendiri
dalam kerasnya dunia tersenyumlah
bila kau pun harus berputus asa
berpikir semua kan berakhir tersenyumlah

kau tak sendiri aku di sini
menantimu bersama hangatnya mentari
kau tak sendiri aku di sini
berikan tanganmu mari kita hadapi

hidup memang tak selalu seperti
yang kau inginkan, yang kau harapkan
hadapilah dengan hati tenang
dan tetap melangkah, kau tak sendiri

perhatikan sekitar, coba kau amati
hidup bukan sekedar tentang patah hati
dan semua yang terjadi ambil hikmahnya
om iwan pun berkata ambil indahnya

kau tak sendiri aku di sini
memanggilmu bersama hangatnya mentari
kau tak sendiri kami di sini
raihlah tanganku bersama kita lewati

hidup memang tak selalu seperti
yang kau inginkan, yang kau harapkan
hadapilah dengan hati tenang
teruskan melangkah, kau tak sendiri

oh hidup memang tak selalu seperti
yang kita inginkan, yang kita harapkan
hadapilah dengan hati tenang
yakinkan dirimu kau tak sendiri yeah yeah yeah

kau tak sendiri

Never Ending Jogjakarta, Tradisi Sadranan? SOP2016-PART 1

Ya, ini salah satu ceritaku saat Scool Outing Programme Malhikdua 2016. Hari itu adalah “The Last Hunting Foreigners Day” di Malioboro. Kelompok B SOP Malhikdua berangkat dari kost di Des Tlogo dekat prambanan tepatnya (kalo jalan kaki mungkin cuma butuh 5 menit doang), ke malioboro pagi pukul 7.15 WIB. Karena sedikit macet, kita sampai tujuan pukul 7.55 WIB. Kalo gak macet sih biasanya paling kurang dari setengah jam aja kita udah nyampe.

Sejak pagi, rasa jenuh akan “Praktek speaking dengan foreigner” ini telah menghinggapiku. Ditambah lagi dengan sepinya turis di pagi hari. Karena aku tahu, kebanyakan dari mereka baru keluar dari hotelnya masing-masing untuk sekedar berkeliling Malioboro itu di siang hari. Kalaupun ada yang keluar pagi, itu juga bukan untuk berkeliling Malioboro tetapi untuk melanjutkan tripnya ke tempat tujuan liburan mereka di Indonesia. Kebanyakan sih mereka-mereka akan mengunjungi Bromo, Kawah Ijen, Flres, Pulau Komodo, juga yang deket-deket kayak borobudur dan prambanan,- tempat yang biasa kita jadikan spot hunting turis.13322145_1070077179725062_8829230661135019103_n

Setengah jam setelah kedatangan, aku dan beberapa kawan yang lain hanya berkeliling gang demi gang di kawasan Sosrowijayan atau sering juga dipanggil dengan sebutan Kampung Turis oleh warga setempat. Tak heran, area ini menjadi salah satu sasaran hunting turis oleh tim SOP MALHIKDUA. Pukul 8.30 aku dapet rombongan turis sekeluarga di salah satu Homestay yang terletak di paling ujung jalan Sosrowijayan perbatasan area Sosro Menduran. Kita ngobrol cuma kira-kira setengah jam karena ada suatu alasan.

 

Keluar dari homestay, kita ke13339623_1070077499725030_5409996991711590166_ntemu sama loveliest foreigner asal Prancis yang kita temui selama tiga hari berturut-turut di Jogja. Sialnya ternyata mereka sedang menunggu mobil jemputan mereka ke Bromo dan Bali. yah, kita cuma bisa nemenin mereka sampe pukul 10 sebelum akhirnya mereka meninggalkan kita. yasudahlah.. Bisa kan bayangin gimana jenuhnya aku setelah itu? rasanya tuh udah males banget buat nyari kesana-sini turis yang bisa kita aja ngobrol lama.

 

Bersamaan dengan kejenuhanku hari itu, sebenarnya otak nih nyimpen banyak banget pertanyaan sejak pagi,- awal kedatanganku di Sosrowijayan. Karena, dari gapura masuk sampai pertengahan sejauh mata memandang, berderet-deret disajikan makanan ringan kue-kue kecil semacam apeman. Berhubung tak ada niat untuk melanjutkan hunting turis dan demi rasa PENASARANku sejak pagi, aku dan si partner-pun memutuskan diri untuk menghampiri salah satu meja dan bertanya-tanya kepada warga asli sang pemasak kue itu. Ternyata benar, hari itu sedang digelar tradisi adat budaya Jogja yang dari tahun ke-tahun memang selalu dilaksanakan.

Sadranan atau ruwahan adalah tradisi nyekar yang biasa berlangsung setiap menjelang Ramadan (bulan Ruwah). Diadopsi Wali Songo dari tradisi penghormatan terhadap arwah leluhur pada zaman sebelum Islam masuk, sadranan biasanya sepaket pula dengan acara bersih makam, mengirim doa kepada leluhur, tabur bunga, dan kenduri. Beda tempat, berbeda pula kemeriahan sadranan yang ditawarkan. Yang jelas, sadranan selalu menarik dan banyak pengunjung seperti aku ini,, hehee 😀

Kenapa kok mereka pilihnya kue apem saat sadranan? Jangan heran, kata si warga apem adalah salah satu simbol dari tradisi bermaafan sebelum puasa. Istilah apem berasal dari kata afun atau afuan yang berarti pengampunan. Jadi, di balik kue tersebut ada filosofi yang berusaha dihayati saat menyambut bulan puasa yakni supaya manusia tak pernah lupa memohon ampun saat berbuat salah kepada Tuhan dan sesama. Warga Jalan Sosrowijayan, kawasan Malioboro, Yogyakarta, menggelar ruwahan dengan Festival Lomba Apeman antar kelurahan kawasan Sosromenduran dan Sosrowijayan dan juga Pagelaran Gamelan. Yang lebih mengasyikkan lagi, kita para pengunjung bisa mencicipi apeman yang akan dilombakan. Kala itu kita dapet 1 paket gratis apeman yang berisikan oleh nasi ketan, kue apem dan kolak singkong.

Warga membuat makanan tradisional apem pada acara festival apem di Jl. Sosrowijayan, Yogyakarta. Festival apem tersebut dalam rangka tradisi Ruwahan menyambut datangnya bulan Ramadan.

Warga membuat makanan tradisional apem pada acara festival apem di Jl. Sosrowijayan, Yogyakarta. Festival apem tersebut dalam rangka tradisi Ruwahan menyambut datangnya bulan Ramadan.

Pertunjukan Wayang dan Gamelan

Pertunjukan Wayang dan Gamelan

Tradisi Sadranan juga mengajarkan kita untuk guyub rukun dan saling berbagi tanpa memandang batasan usia, agama, dan suku bangsa. Tradisi Sadranan juga mampu menjadi media pertemuan bagi warga sekitar dan juga kerabat dari luar daerah, karena biasanya moment tradisi Sadranan dinanti-nanti oleh perantau untuk kembali pulang ke kampung halaman.

Yah,, pada intinya hari itu kita jadi tau salah satu dari sekian banyak adat tradisi Sang Kota Budaya Jogjakarta Istimewa~
dan karna itu juga, rasa jenuhku lumayan terobati.. 😀

Okey, cerita-cerita menarik are coming soon!!!!!! 😉 Pantengin terus blog ane yaaaaa!!!!!

© 2019 The Dreamer

Theme by Anders NorenUp ↑