The Dreamer

Vision Of Legendary Dreamer (VOLD).. Ngono yo ngono, tapi ojo ngono lhoo..!

Kategori: Impian

Gerhana Bulan Penumbra 23 Maret 2016: Apa dan Bagaimana

 

Perbedaan permukaan Bulan saat sebelum dan puncak Gerhana Bulan Penumbra. Kredit: Fred Espenak, MrEclipse.com

Info Astronomy – Ya, tepat dua pekan setelah Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016, sebuah peristiwa gerhana akan terjadi lagi. Kali ini Gerhana Bulan Penumbra, yang akan terjadi pada fase Bulan Purnama pada 23 Maret 2016. Seperti apakah gerhana Bulan ini? Dan apakah bisa dilihat di Indonesia? Berikut penjelasannya.

Gerhana Bulan adalah peristiwa ketika Matahari-Bumi-Bulan terletak pada satu garis lurus di bidang Tata Surya sehingga bayangan Bumi menutupi sebagian atau keseluruhan Bulan. Proses terjadinya Gerhana Bulan dari adalah saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada satu garis yang sama. Akibatnya, sinar Matahari tidak sampai ke Bulan karena terhalang oleh Bumi.

Lain halnya dengan Gerhana Matahari yang berbahaya dilihat oleh mata karena silau, Gerhana Bulan justru harus diamati dengan mata. Namun sayangnya, Gerhana Bulan Penumbra ini tidak begitu terlihat dengan kasat mata. Dan mungkin tidak akan terasa sedang terjadi gerhana Bulan, mengapa demikian?

Gerana Bulan Penumbra terjadi pada saat seluruh atau sebagian permukaan Bulan masuk pada bagian bayangan penumbra Bumi. Adapun penumbra adalah bayangan kabur yang terjadi pada saat gerhana atau terjadinya bayangan pada benda gelap (tidak tembus pandang) pada Bulan.

Ilustrasi letak konfigurasi Gerhana Bulan Total, Sebagian dan Penumbra. Kredit: Mastugino
Artinya, ketika Gerhana Bulan Penumbra 23 Maret 2016 terjadi, Bulan melintasi wilayah bayangan Bumi yang masih terdapat cahaya atau daerah bayangan kabur Bumi. Bulan masih dapat terlihat dengan mata telanjang maupun kamera dan teleskop, tapi dengan cahaya yang sedikit redup.

Jam Berapa dan Di Mana Bisa Melihatnya?

Gerhana Bulan Penumbra 23 Maret 2016 dapat diamati di seluruh Indonesia. Namun, untuk Indonesia Barat dan Tengah, Bulan sudah dalam kondisi gerhana saat terbit di ufuk Timur. Hanya Indonesia bagian Timur yang bisa melihat proses gerhana dari awal hingga akhir.
Selain Indonesia, wilayah-wilayah lain yang bisa melihat Gerhana Bulan Penumbra ini cukup banyak dan cakupannya luas, berikut infografisnya:
Wilayah yang bisa dan tidak bisa melihat Gerhana Bulan Penumbra 23 Maret 2016. Kredit: In-the-sky.org
Gerhana Bulan Penumbra berlangsung selama 4 jam, 15 menit, 22 detik. Kontak awal gerhana mulai pukul 16:39:31 WIB, puncak gerhana pukul 18:47:14 WIB dan gerhana berakhir pada pukul 20:54:53 WIB.

Apakah Gerhana Bulan Penumbra Berbahaya?

Sama sekali tidak berbahaya. Seperti yang dijelaskan di atas, Gerhana Bulan Penumbra tidak akan terlalu terlihat dengan kasat mata, Anda butuh teleskop untuk melihat perubahan redupnya Bulan akibat memasuki bayangan penumbra Bumi.
Anda juga tidak disarankan menggunakan kacamata berfilter Bulan (ya, tidak ada filter Bulan!), mengamati dengan mata telanjang saja sudah sangat aman karena Anda nantinya hanya akan melihat Bulan Purnama yang sedikit meredup di langit.
Tapi bagi Anda yang seorang fotografer, momen Gerhana Bulan Penumbra ini cukup sayang untuk dilewatkan. Anda dapat memotret wajah Bulan sebelum dan saat puncak gerhana penumbra. Tentu hasilnya akan sangat menarik seperti foto paling atas pada artikel ini.
Pada Gerhana Bulan Penumbra 23 Maret 2016, 77% dari wajah Bulan Purnama akan terhalang bayangan penumbra Bumi pada saat puncak gerhana.
Selamat observasi
http://feedproxy.google.com/~r/co/Knnq/~3/0QIoc-Zn49U/gerhana-bulan-penumbra-23-maret-2016.html?utm_source=feedburner&utm_medium=email

AlHikmah 2 Gelar Salat Gerhana Matahari

Benda, M2net – Ribuan santri dan warga setempat menggelar sholat Gerhana Matahari berjamaah di Masjid An-Nur Pondok Pesantren Alhikmah 2 Benda Sirampog Brebes, Rabu 9 Maret 2016.
Pelaksanaan sholat dimulai sekitar pukul 07.30 di imami oleh Gus Amma dan diakhiri dengan khutbah tentang kebesaran Allah SWT mengenai Gerhana Matahari ini. Menurut beliau Gus Amma, penting bagi umat Islam untuk memahami peristiwa gerhana sebagai fenomena alam yang dapat dijadikan momentum meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

“Gerhana matahari dan gerhana bulan pada dasarnya  peristiwa alam biasa yang dapat dihitung kapan terjadinya dengan ilmu hisab/falak. Gerhana tidak terkait dengan peristiwa kematian atau kelahiran seseorang, juga tidak bisa dikaitkan dengan hal-hal yang tidak patut dikaitkan. Gerhana itu peristiwa murni kebesaran Allah SWT” papar Gus Amma ketika khutbah.

Ia mengatakan  peristiwa ini semestinya dimanfaatkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Itu adalah suatu tanda dari banyak tanda kebesaran-Nya dan betapa manusia sangat kecil dan lemah di hadapannya.

“Kita lihat di televisi, orang berbondong-bondong mendatangi tempat paling strategis untuk melakukan pengamatan dengan bermacam alat, tetapi mereka belum tentu mengingat Allah”.

(MZN)

What Is Eclipse??

partial-solar-eclipse-what-it-looks-like-213898

                                               Solar Eclipse

Lunar_Eclipse_Sequence_on_Winter_Solstice_Dec_21_2010

                                   Lunar Eclipse

 

Eclipse is an astronomical phenomenon that occurs celestial body moves into the shadow of another celestial body. Eclipse is divided into 2, namely: solar and lunar eclipses.
Solar eclipses occur when the moon is located in a position between the Earth and the Sun so that cover part or all of the sun’s light. Solar Eclipse can be divided into three types: total solar eclipse, partial solar eclipse, solar eclipse and ring. A solar eclipse is said to be a total eclipse when the peak of the eclipse, the Sun disc covered entirely by a disk of the Moon, eclipses occur when the disc partially Month (the peak of the eclipse) only cover part of the solar disc and ring eclipse occurs when the moon disc (the peak of the eclipse) only cover part of the Sun disc. This type of eclipse occurs when the Moon is smaller dish size of the solar disc.

Lunar eclipse occurs when part or in whole cross-section covered by Earth’s shadow. It occurs when the earth is between the sun and the moon on the same straight line, so that sunlight can not reach the moon because it blocked by the Earth. Lunar eclipse may be divided into three types: total lunar eclipse In this eclipse, the moon will be exactly the umbra region, partial lunar eclipse In this eclipse, not the entire moon blocked part of the sun by the earth. While most of the other surface of the moon is in the penumbra region. So there are some rays of sun reaching the surface of the penumbral lunar eclipse bulandan In this eclipse, the entire moon is in the penumbra part. So the moon can still be seen with gloomy colors.

Membuat Proyeksi Lubang Jarum untuk Pengamatan Gerhana Matahari

Hello Selenia! kembali lagi dengan saya, Astronom Amatir! *hadehh -_-

yap kali ini saya akan mengajak kalian bereksperimen nih! Siapa diantara kalian yang pengen nonton gerhana matahari total 9 Maret nanti? yuk simak baik-baik..

Fenomena Gerhana Matahari Total maupun Gerhana Matahari Parsial (Sebagian) yang akan dilihat oleh seluruh penduduk Indonesia pada 9 Maret 2016 mendatang membutuhkan persiapan khusus. Terutama, persiapan untuk menjaga agar mata tidak terkena dampak pancaran cahaya saat gerhana terjadi. Karena melihat ke arah matahari secara langsung itu bisa merusak pupil. Yap! pupil kita tidak mampu menerima pendaran cahaya matahari yang begitu terang dan menyilaukan. Tahukah kalian, kalau dihitung, cahaya langsung dari Matahari itu harus diredupkan 100 ribu kali supaya bisa diterima oleh pupil mata manusia. Kalau tak diredupkan, orang yang melihat langsung ke arah Matahari (bahkan saat terjadi gerhana) besar kemungkinannya menjadi katarak bahkan buta. Tetapi kita bisa menggunakan kacamata Matahari untuk meredupkan pancaranya.

Gerhana Matahari 9 Maret 2016 semakin dekat, sudahkah Anda menyiapkan kacamata Matahari untuk mengamatinya? Jika belum, ada alternatif lain. Yakni proyeksi lubang jarum! Alat penglihat gerhana berupa proyeksi lubang jarum mudah untuk dilakukan dan, secara umum, merupakan cara yang paling mudah dan aman untuk melihat gerhana hampir tanpa biaya.

Kekurangannya adalah gambar atau proyeksi gerhana Matahari yang dihasilkan sangat kecil, tetapi cara ini cocok untuk anak-anak dan remaja muda yang akan menikmati proses menyiapkan proyektor lubang jarum kemudian menggunakannya. Hal ini juga bisa jadi sarana edukasi bagi siapapun yang mau melihat gerhana Matahari.

Proyeksi lubang jarum dengan karton dan HVS. Ilustrator: Info Astronomy, Time And Date

Tutorial Membuat Proyeksi Lubang Jarum

Bahan-bahan yang dibutuhkan:
  • Kertas karton tebal
  • Kertas HVS putih polos, atau dua-duanya boleh karton saja
  • Jarum
  • Gunting atau cutter
 
Cara membuat:
  • Potong karton menjadi persegi agar nyaman untuk dipegang, jangan terlalu kecil.
  • Tusuk kertas karton tepat di tengah-tengahnya menggunakan jarum (atau paku payung jika tidak ada jarum). Pastikan lubang kecil tusukan tadi itu bulat cukup sempurna.
  • Berdirilah membelakangi Matahari, pegang kertas karton yang telah dilubangi tadi ke bahu atau atas kepala Anda, pastikan arahnya pas dengan arah Matahari.
  • Lembar kertas HVS putih akan menjadi layarnya. Pegang agak jauhan dari tubuh Anda dengan tangan yang tidak memegang karton berlubang jarum sehingga bayangan Matahari terproyeksikan pada kertas HVS tadi melalui lubang jarum.
  • Untuk membuat bayangan Matahari menjadi lebih besar, jauhkan kertas HVS yang menjadi layar dari lembar karton berlubang jarum.
Sekadar informasi, 12 provinsi di Indonesia akan dilalui jalur Gerhana Matahari Total (GMT), dan sisa provinsi lainnya akan dilalui Gerhana Matahari Sebagian (GMS). Provinsi-provinsi yang dilalui GMT adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung. Selain itu, semua provinsi di Kalimantan (kecuali Kalimantan Utara), Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara juga dilintasi. Namun, tidak semua daerah di provinsi itu dilintasi jalur totalitas gerhana.
Untuk daerah-daerah yang dilintasi dari 12 provinsi di atas adalah, Palembang (dengan durasi gerhana 1 menit 52 detik), Belitung (2 menit 10 detik), Balikpapan (1 menit 9 detik), Luwuk (2 menit 50 detik), Sampit (2 menit 8 detik), Palu (2 menit 4 detik), Ternate (2 menit 39 detik), Bangka (2 menit 8 detik), Palangkaraya (2 menit 29 detik), Poso (2 menit 40 detik), serta Halmahera (1 menit 36 detik).

Sementara itu, wilayah yang mendapat GMS adalah Padang (95,43%), Bandung (88,76%), Denpasar (76,53%), Kupang (65,49%), Surabaya (83,08%), Banjarmasin (98%), Manado (96,66%), Jakarta (88,76%), Pontianak (92,96%), Makassar (88,54%), serta Ambon (86,90%), termasuk daerah sekitarnya yang berdekatan.

Okey, sekian dulu ya.. Semoga bermanfaat buat para Astrolovers atau siapapun kalian yang ingin menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Total 9 Maret nanti.
So, just enjoy with your observation!!! 😉

*ngono yo ngono tapi ojo ngono lhoo!

Dikutip dari sumber : http://www.infoastronomy.org/2016/02/membuat-proyeksi-lubang-jarum.html

Begitu Istimewanya Angka Favoritku :)

haihai!! Siapa diantara kalian yang punya angka favorit?? seperti halnya aku nih,, Angka favoritku adalah nomor urut 9 (sembilan). Gaktau kenapa aku suka aja sama angka ini. kadang aku mikir.. *apasih yang aku pikirin tentang angak sembilan ini?? tentu aja keistimewaanya dong 🙂

Dan salah satu keistimewaanya adalah, bentuknya cantik sempurna, jumlah asma Allah yang ada 99, dan satu lagi posisinya yang tertinggi. Angka 9 ini memang nggak ada tandinganya! Kalaupun ada angka 10, itu juga gabungan dari angka 1 dan 0 kan???

Aku ingin menjadi seperti halnya angka sembilan itu,, *tafsirin sendiri lah apa maksudku! hehe 😀
intinya ya pengen jadi yang pertama dalam hal kebaikan apapun..

Keistimewaan yang lainya yaitu, coba kalikan angka sembilan dengan angka berapapun pasti jumlah dari angka hasil adalah balik lagi ke angka sembilan. Contohnya nih ya..

9 x 9 = 81 dan 8 + 1 = 9Angka 9
9 x 7 = 63 dan 6 + 3 = 9
9 x 5 = 45 dan 4 + 5 = 9

nah.. inilah angka yang selalu jadi jagoanku. Kalo dihubung-hubungkan dengan pemain bola yang nomor punggungnya 9/99, gataulah siapa namanya plus dari klub apa? (*gak paham bola) tapi sering denger aja kalo cowo-cowo sering mengidam-idamkan pemain bola dengan nomor punggung 9/99.
Bener gakkk???
hahah pasti bener kan? 😀

Yaps! nine is AMAZING!

*ngono yo ngono tapi ojo ngono lhoo! 

Jam Berapa Sekarang??????

Fikri adalah siswa Malhikdua yang baru beberapa hari ini menginjakkan kaki di kampung halamanya untuk berlibur. Maklum, Malhikdua adalah sebuah sekolah yang berada dalam naungan pondok pesantren Al-Hikmah 2. Jadi, rata-rata siswa Malhikdua adalah berstatus sebagai santri adanya. Hanya segelintir siswa saja yang berkelahiran asli daerah asal Malhikdua berdiri. Dan bulan ini adalah musim libur sekolah yang menghendaki para siswa/santri untuk mengunjungi/pulang ke kampung halamanya masing-masing selama waktu yang telah ditentukan oleh pihak pengasuh pesantren.th (2)

Pada suatu hari, Fikri sedang pergi mejeng ke suatu tempat wisata bersama teman-temanya.

“Duh! Hp Gw mati, lupa gk pake jam tangan lagi!” eluh irfan di tengah-tengah kebersaan para remaja tanggung itu.
“Emang kenapa Van?”tanya Toni.
“Nggak papa, cuma pengen tau jam berapa sekarang?” jawab Irfan
“Aku juga gak bawa HP fan! coba tanya ke Fikri tuh!” kata toni menyarankan.
“Ada apa fan? Ton?” tanya Fikri dengan ekspresi aneh dan kamera digital dalam genggaman sedang dihadapkan ke depan wajahnya, menandakan bahwa dia sedang asyik berselfie ria.
“Kamu kan satu-satunya yang pake jam tangan nih, aku mo nanya sekarang jam berapa?”jelas Irfan yang sedang asyik menikmati pesona tempat wisata yang sedang mereka kunjungi.
“eh.. jam ya?” Fikri balik bertanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“iya! jam berapa sekarang?” sahut Toni mengalihkan perhatianya dari suasana sekitar kepada Fikri.
Duh! gimana nih?! jam tangan ini kan udah lama mati. aku pake buat gaya doang.. apes deh gue!”Fikri berkata yang hanya dia saja yang bisa mendengarnya.

Bagaimana tidak? Fikripun kebingungan Dia kebingungan apa yang harus dia katakan kepada teman-temanya itu. Fikri berpikir keras dan cepat untuk mencari jalan keluarnya. Dan pada akhirnya wajah Fikri terlihat sumringah.

Fikri mencabut sabuk yang melingkar di pinggangnya. Kemudian mengangkat ujung bagian atas dengan ujungbagian bawah menyentuh tanah. Lalu dia mengukur panjang bayangan dari sabuk itu. Kemudian Fikri tampak serius mencatat sesuatu. Ayunan bolpoin diatas kertas berlangsung selama kurang lebih tiga menit. Teman-teman yang bingung melihat tingkahnya ini hanya bisa bengong melongo.

“Hei Fikri! kamu ditanyain malah bertingkah aneh gitu, lagi ngapain sih?” Tegur Irfan tak sabaran.
“iya nih Fikri. Lagi ngapain kamu ngukur-ngukur bayangan segala?” Toni sependapat dengan Irfan.
“Alaaahh! aklian nih! mangkanya dong sekolah di Malhikdua! Jadinya tau apa yang sedang gw lakuin ini.” jawab Fikri santai.
“Emang ngapain?”
“kalian tadi tanya jam kan?
“iya” jawab keduanya anggukkan kepala.
“nih!” Fikri menarik nafas dalam-dalam. “Shift tan (panjang benda dibagi Panjang bayangan) maka diketahuilah sudut deklanansi mataharinya, terus sekarang bulan November tanggal 26 = 217+26 +243 itu irtifa’nya. abis itu tinggal dimasukin ke rumusnya aja gini nih.. (shift cos -7 blablabla…” Fikri menjelaskan panjang lebar di depan Irfan dan Toni.

Benar saja, dia sedang mengamalkan salah satu ilmu yang telah didapatnya semasa ia menimba ilmu di pesantren.

“Apaan si lu malah ngajarin kita matematika !” Irfan bersungut-sungut. *Biasanya kalo di tipi-tipi keluar tanduk merahnya dua.
“tau nih! lagi liburan juga masiiiih aja ketemu sama matematika”Toni tersadar dari bengongnya yang sedari tadi memperhatikan dengan seksama penjelasan Fikri.
“Oke! sekarang jam 9.25 menit!” tandas fikri setelah menyelesaikan hitunganya.
“Nah gitu dong.. lama banget jawabnya, emang tadi tuh itung-itungan apa?”
“Ini tuh namanya Ilmu Falak, Ilmu yang mempelajari lintasan benda-benda langit khususnya bumi bulan matahari bertujuan untuk mengetahui waktu. Gw belajar ilmu ini di program kepesantrenan sekolah setiap seminggu sekali, dan gurunya biasa gue panggil Gus Nasr” Fikri berhenti sejenak untuk mengambil nafas .
Nah! salah satu fungsi dari ilmu Falak ini ya inilah! untuk mengetahui waktu tanpa perlu melihat alat penunjuk waktu. Jadi, walaupun kita tidak melihat jam, dengan cara ini kita bisa mengetahui waktu dengan tepat.
Tapi langkah untuk menghitungnya tidak gampang, seperti yang udah gw jelasin di depan kalian tadi, harus menggunakan alat bantu hitung. kecuali memang sudah sangat ahli dan hafal seluk beluk ilmu ini.
“oooooohhhh…” Irfan dan Toni mengangguk-anggukan kepala dengan mulut terbuka lebar membentuk huruf O mendengar penjelasan si pintar Fikri. Fikri memang selalu menjadi bintang kelas semasa ia sekolah. Otak cemerlang dan rajin, membuat semua orang menyukainya.
“yoi!” kata Fikri tiba-tiba mengagetkan kedua temanya. “mangkenye lu semua sekolah di Malhikda dong kaya gw..” Fikri berdiri ponggah dan mengedut-ngedutkan alisnya.
“Woow keren yaa..?” Toni terkagum.
“Tapi kan kamu pake jam dan HP, ngapain harus repot-repot gitu?” sanggah Irfan menatap mata Fikri tajam meminta penjelasan.
“Hehe,, jam hp gw eror belum di set ulang. dan jam tangan yang gw pake ini udah sebulan yang lalu mati gara-gara gue bawa mandi. makanya gue pake tu ilmu falak hehe” Fikri cengengesan.
“Hadeeeehhh! Irfan menepuk jidat, sedangkan Toni hanya menatap fikri prihatin.
“alah! udahlah yang penting sekarang udah tau jam berapanya kan?”Untitled-2

OKE! INI KELEBIHAN SEKOLAHKU. MANA SEKOLAH MU?????? ILMU-FALAK

pesan : Ngono yo ngono, tapi ojo ngono lhoooo!! 😀 bye bye *ttting! 😉

Lima Planet Tata Surya Bakal Muncul di Langit Desember 2015

 

Hei semua! lama nih gk ngeblog! gimana kabarnya? semoga kita selalu dalam lindungan-Nya ya, amiin.

Berhubung The owner of this blog(aku sendiri) suka sama dunia astronomi, kali ini aku pengen bagibagi informasi nih buat para penggemar astro dan juga kamu-kamu yang tertarik di bidang photography, mungkin ini bisa di tindak lanjuti.. 🙂

Konjungsi planet-planet Tata Surya. Kredit: Astro Educa

 

Info AstronomyJika Anda penasaran ingin melihat planet-planet di Tata Surya kita, Anda perlu untuk bangun lebih pagi pada bulan ini. Mulai dari Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus akan muncul sepanjang Desember 2015!

Venus dan Jupiter akan menjadi yang paling terang, sementara itu nantinya Anda juga akan menemukan Mars yang sedikit lebih redup di antara keduanya serta planet Saturnus yang juga akan bergabung dengan Venus, Mars dan Jupiter mulai sekitar pertengahan Desember nanti. 

Sedangkan Merkurius, meskipun elongasinya tidak akan cukup jauh dari Matahari, namun ia masih bisa diamati saat Matahari terbenam sampai dua pekan terakhir Desember ini. Berikut ini telah kami uraikan lengkap tentang lokasi kelima planet yang dapat Anda temukan dan lihat dengan mata telanjang.

Merkurius sendirian di langit senja, mulai terlihat pada pertengahan Desember. Pada awal Desember 2015, Planet Merkurius akan duduk terlalu dekat dengan silau Matahari terbenam sehingga akan sulit untuk dilihat.
Namun, kita di Indonesia berkesempatan melihat Merkurius di langit senja sekitar pertengahan bulan ini.Bahkan, pada akhir Desember nanti akan menjadi saat yang terbaik untuk melihat Merkurius, dengan ia yang akan muncul sekitar 80 sampai 90 menit setelah Matahari terbenam pada akhir tahun. Teleskop kecil akan membantu Anda untuk menemukan Merkurius.
Merkurius nantinya akan mencapai elongasi terbesar dari Matahari pada tanggal 29 Desember 2015. Setelah itu, ia akan berayun kembali ke langit dinihari pada tanggal 14 Januari 2016. Kemudian pada Januari 2016, Merkurius akan bergabung dengan empat planet dinihari –Jupiter, Mars, Venus dan Saturnus– dan menjadi konjungsi 5 planet sekaligus! Peristiwa ini belum pernah terjadi lagi sejak tahun 2005.

Venus bakal muncul bagai obyek langit paling terang di Timur sebelum Matahari terbit. Tidak peduli di mana Anda berada di Bumi, kenampakan Venus akan sangat mudah ditemukan dan diidentifikasi.Venus merupakan obyek langit paling terang ketiga di langit Bumi, setelah Matahari dan Bulan. Ketika Anda melihat Venus, ia akan sangat menonjol di langit kita.
Jadi, keluar rumahlah saat dinihari, lalu tengok arah langit Timur. Anda pasti akan melihat Venus bersinar paliiiiiiiiiiiing terang di sana.
Terlebih lagi, Jupiter akan menemani Venus alias Bintang Kejora ini. Jupiter sendiri merupakan obyek langit paling terang keempat (setelah Matahari, Bulan dan Venus). Tidak hanya Jupiter, Planet Mars pun akan berdekatan dengan Venus dan Jupiter. Cukup lihat di atas Venus, tetapi di bawah Jupiter, untuk melihat Planet Merah yang akan selaras dengan Venus dan Jupiter di langit dinihari Desember.
Dan, tidak peduli di mana Anda berada, pastikan untuk tandai kalender Anda pada hari Senin, 7 Desember 2015. Sebab pada hari itu, Bulan Sabit akan sangat dekat dengan Venus, Mars dan Jupiter!

Mars yang bersinar di antara Venus dan Jupiter. Mars memang tidak seterang Venus atau Jupiter.Meski begitu, kenampakan Mars cukup mudah terlihat di langit dinihari. Mars akan berkedudukan dan bersinar di antara Venus, obyek paling terang, dan Jupiter sepanjang Desember 2015. Mereka akan membuat garis lurus di bidang ekliptika.

Biarkan Bulan Sabit memandu mata Anda untuk menemukan Mars di langit dinihari pada tanggal 5 dan 6 Desember 2015. Pada saat itu, Mars akan bersinar di dekat Bulan Sabit. Mars akan muncul dalam cahaya kemerahan.

Kabar baiknya, kecerahan Mars akan terus meningkat dari bulan ke bulan, sampai puncak kecerahannya pada bulan Mei 2016. Percaya atau tidak, Mars akan menjadi seterang Jupiter pada saat itu!

Jupiter di langit dinihari. Jupiter akan menjadi planet pertama yang terbit di langit dinihari dibanding dengan Mars dan Venus. Ia akan terbit di Timur satu jam setelah tengah malam waktu setempat daerah Anda pada awal-awal Desember. Pada akhir bulan, Jupiter malah akan terbit sebelum tengah malam di seluruh Indonesia.
Dari seluruh Indonesia, kenampakan Planet Jupiter akan berada paling tinggi di langit Timur, diikuti oleh Mars, Venus dan Saturnus.


Jika Anda memiliki teropong atau teleskop, Anda akan cukup mudah untuk melihat empat satelit alami terbesar milik Jupiter, yang bakal terlihat seperti titik-titik cahaya di sekitar rakasasa gas ini. Mereka sering disebut satelit Galilean untuk menghormati Galileo, yang menemukan satelit-satelit besar ini pada tahun 1610. Keempat satelit Galilean tersebut bernama Io, Europa, Ganymede dan Callisto.

Saturnus terlihat sebelum Matahari terbit mulai sekitar pertengahan Desember. Meskipun Saturnus menjadi anggota planet dinihari sepanjang Desember 2015, ia belum akan terlihat karena masih “hilang” dalam silau Matahari sampai sekitar pertengahan bulan ini. Saturnus akan cukup mudah untuk ditemukan pada akhir Desember nanti, karena ia akan terbit sekitar dua jam sebelum Matahari terbit.
Bagaimana Anda bisa mengenali planet indah ini? Dengan menggambar sebuah garis imajiner dari Mars melalui Venus, Anda akan melihat obyek kuning keemasan bernama Saturnus dekat titik Matahari terbit di cakrawala.
Saturnus merupakan planet terjauh dari Bumi yang dapat dengan mudah melihat dengan mata telanjang, sementara Uranus dan Neptunus terlalu jauh dan redup.
Sayangnya, Anda takkan melihat cincin Saturnus jika Anda mengamatinya dengan mata telanjang. Anda perlu teleskop untuk melihat megahnya cincin Saturnus pada Desember 2015 ini.

Mengapa kita bisa melihat planet-planet Tata Surya? Sebab mereka mengorbit Matahari dan memantulkan cahayanya. Proses yang sama seperti Bulan, ia tidak memancarkan cahaya sendiri alias memantulkan cahaya Matahari yang diterimanya sehingga kita mampu melihatnya di langit.

Namun jangan berharap Anda akan melihat kenampakan planet-planet Tata Surya dalam ukuran sebenarnya. Karena Tata Surya yang begitu luas, jarak antar planetnya sangaaaaaaaaaaaaaaaaatt berjauhan. Sehingga Anda hanya akan melihat kelima planet Tata Surya di atas bagai melihat bintang namun cahayanya tidak berkelap-kelip alias konstan.

Sudah siap untuk melihat planet-planet ini? Selamat berburu planet Tata Surya! yah,, walaupun copas sih,, semoga bermanfaat yaaa.. see you!

pesan : “ngono yo ngono tapi ojo ngono lhoo..!”
sumber : http://www.infoastronomy.co.vu/2015/12/lima-planet-tata-surya-bakal-muncul-di-langit-desember-2015.html?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+co%2FKnnq+%28Info+Astronomy%29 

© 2019 The Dreamer

Theme by Anders NorenUp ↑